Haii gais haha , hari ini mau share yang berbeda dari cerita kemaren – kemaren. Spesial banget kali ini mau bahas topik yang pernah dialami oleh seseorang. Kita pun pasti pernah mengalami persoalan ini. Persoalan nya yaitu tentang KEGAGALAN. Jujur gue pernah berada di posisi ini. Bisa dibilang cerita ini berdasarkan pengalaman gue wkwkw. Gpp yeekan , berbagi pengalaman buat kalian.
Kalian pasti pernah mengalami rasa sakit hati , kecewa, marah , kesal , bahkan sampai putus asa saat kalian mengalami suatu kegagalan. Nah Sadar ga sih yang bikin kita sakit hati, Marah , kesal, kecewa, sama kegagalan yang kita alami itu semua disebabkan karena kita merasa tersakiti sama harapan kita sendiri. Harapan yang bertolak belakang dengan keinginan kita.
Gue tau rasa pejuang pencari kerja seperti apa, Sudah lamar kesana kesini tapi ga ada panggilan sama sekali. Padahal kalian sudah merasa bahwa kualifikasi kalian sudah sesuai sama kualifikasi yang dicari oleh perusahaan, dan kalian sudah yakin bahwa kalian cocok dan akan diterima diperusahaan yang kalian lamar. Ehhh Tapi ternyata pas kalian sudah mengikuti tes dan interview di perusahaan itu kalian ditolak sama perusahaan itu, ga dikasih kabar sampai berminggu – minggu, diabaikan , ga di kasih kepastian sama sekali.
Rasanya pasti kecewaa banget sama diri sendiri , sakit hati , dan langsung intropeksi kenapa sih perusahaan tersebut gak mau nerima gue.
Kalian boleh banget intropeksi diri kalian sendiri tapi Pliss kalian jangan banding – bandingin diri kalian dengan oranglain, misal nya temen kalian sudah sukses , sudah memiliki pekerjaan tetap , tapi kalian belum suskses , belum dapat kerjaan masih mencari – cari pekerjaan. Karena hal itu hanya bikin kalian merasa makin kecewa dan sakit hati. Sebenernya mengalami kegagalan itu adalah hal yang wajar , bukan berarti kita ga baik dan ga berkualitas hehehe. Bisa jadi budaya perusahaan , apa yang dicari perusahaan dengan skill yang kita miliki atau gaya dan kepribadian yang kita miliki tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan, siapa tau skill kita cocok nya diperusahaan lain.
Anggaplah suatu kegagalan adalah sebuah pintu – pintu yang tertutup. Masih ada pintu – pintu yang terbuka. Sebenernya kegagalan juga bukan suatu akhir melainkan suatu pengalihan jalan. Ibarat nya ketika kita gagal disuatu jalur kita tau bahwa jalur ini tidak cocok dengan kita. Maka dari itu Tuhan mengarahakan kita kejalan yang jauh lebih baik dan bagus buat diri kita.
Percayalah kalau hidup ini bukanlah suatu perlombaan. setiap orang memiliki fase nya masing – masing. Setiap orang memiliki divine timing atau waktu takdir nya masing – masing. Ga semua orang bisa langsung menjadi orang sukses,lagi ngelamar kerja langsung keterima, ga semua orang bisa langsung mendapatkan pekerjaan tetap sebelum umur 30tahun, dan ga semua orang mengalami hal diusia yang sama. Kita masing – masing memiliki tujuan hidup yang berbeda – beda. Alasan kenapa diri kita diciptakan oleh Tuhan dengan alasan teman – teman kita diciptakan oleh Tuhan itu pasti nya tidak sama. Lalu gimana biar ga sakit hati menghadapi kegagalan???
Gue pernah denger didunia Psikolog ada yang namanya EPOJHE. Epojhe berasal dari bahasa yunani yang artinya menahan diri untuk menilai. Hal ini digunakan untuk mengetahui kondisi psikogis seseorang. Misal ketika Psikolog sedang mewawancari seseorang yang sedang mengalami kondisi bencana alam , psikolog harus mengkonsongkan asumsi pikiran – pikiran epojhe nya. Kenapa harus dikosongkan?? Supaya si Psikolog tidak berpikir aneh – aneh. Dan tidak beransumsi kalau si orang yang kena bencana tersebut ah sudah pasti merasa sedih , ah sudah pasti merasa tidak berdaya , ya sudah pasti dia tertekan. Kalau sudah berfikir seperti itu si psikolog tidak akan bisa melihat perasaan dan pikiran secara objektif , dan pikirannya sudah tidak netral lagi karena sudah tercampur sama opini dan asumsinya sendiri, maka nya si psikolog harus mengkosongkan pikirannya dari segala asumsi dan opini ketika mewawancarai seseorang supaya si psikolog bisa melihat cerita orang tersebut lebih jernih tanpa mengejudge atau penghakiman dan penilaian dari diri kita sendiri.
Sifat Epojhe ini bisa kita terapkan ketika kalian sedang melamar disuatu perusahaan tapi tidak diterima atau kalian sedang mangalami kegagalan. Kalau lamaran kalian ditolak oleh perusahaan, yasudah mencoba untuk iklas dan mengaaply ditempat lain dan jika kalian diterima diperusahaan lain ya kalian harus bersyukur sama Tuhan. Sifat epojhe ini merupakan sifat yang membebaskan harapkan kita untuk diterima atau tidak diterima diperusahaan itu. Kita sendiri pun gak pernah tau masa depan seperti apa. Jadi sebelum mengapply lamaran, kalian wajib mengkosongkan pikiran kalian jangan teralu berharap diperusahan yang kalian apply. Perkara kalian diterima atau tidak kalian pasrahkan semua nya kepada Tuhan , karena cuman Tuhan lah yang paling tau jalan terbaik buat diri kita sendiri. Jadi diri kita sendiri tidak teralu obsesi dengan lamaran tersebut, kita melepaskan harapkan kita. dan sudah siap dengan berbagai resikonya.
Jadi intinya, melakukan sesuatu hal yang kalian inginkan boleh saja tapi jangaan teralu berharap kalau yang kalian inginkan itu pasti akan tercapai. Gue yakin kalau kita melakukan sikap – sikap seperti itu, hidup kita pasti bakal tenang , lebih mengalir tidak teralu memaksakan idealisme kita. Karena dari kegagalan tersebut gue yakin kita sedang di arahkan ditempat yang jauh lebih bagus dari yang kita harapkan.
Hehehehe sooo ini cerita gue, gue juga bukan psikolog. tapi gue pernah kerja dibagian HRD. Kebetulan selama gue kerja di HRD gue memiliki banyak temen di bagian psikolog. wkwk ya hitung – hitung sekalian belajar lahhh psikolog tuh seperti apa. dan kalau kalian suka sama cerita gue , gue bakal share lagi tentang psikolog lainnya. Atau kalian butuh bantuan atau ada pertanyaan kalian bisa komen di kolom komentar ya, misal urgent banget bisa DM gue di instagram @kristiwii . See youu ❤
